Jumpa pers AirNav Indonesia cabang Solo
Jumpa pers AirNav Indonesia cabang Solo (Pythag Kurniati)

Balon Udara Liar Masuk Jalur Penerbangan di Solo

penerbangan airnav
Pythag Kurniati • 10 Juni 2019 17:12
Solo: Selama Lebaran, tiga balon udara liar dilaporkan masuk jalur penerbangan di kawasan Solo, Jawa Tengah. Masing-masing berada di ketinggian 12.000 kaki, 6.000 kaki, dan 8.000 kaki.
 
General Manajer AirNav Indonesia Cabang Solo Dheny Purwo Haryanto mengatakan pada Lebaran hari pertama pihaknya menerima satu laporan balon udara di wilayah Solo. "Tepatnya 25 Nautical Mile dari arah barat laut Solo," kata dia, Senin, 10 Juni 2019.
 
Satu balon udara itu berada di ketinggian 12.000 kaki. Kemudian pada Jumat, 7 Juni 2019 lalu AirNav Indonesia Cabang Solo kembali menerima dua laporan dari pilot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada dua balon udara liar di ruang udara Solo, di ketinggian 6.000 dan 8.000 kaki," ungkap Dheny.
 
Baca: Kemenhub Koordinasi dengan Polisi Mengawasi Balon Udara
 
Menerbangkan balon udara saat bulan Syawal, lanjut Dheny, memang masih menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Khususnya di beberapa daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
Ia mengungkapkan, area udara di atas Pulau Jawa merupakan salah satu jalur penerbangan tersibuk di dunia. "Banyak pesawat melintas baik domestik maupun internasional," papar Dheny.
 
Keberadaan balon udara liar dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Pesawat bisa mengalami hilang kendali jika bagian balon udara tersangkut di sayap, ekor maupun flight control.
 
Dheny mengatakan, pilot dapat mengalami kesulitan mendapatkan petunjuk visual untuk pendaratan serta menghambat informasi ketinggian dan kecepatan pesawat jika balon udara menutup bagian pesawat.
 
"Lalu, jika masuk mesin, pesawat bisa meledak," imbuh dia.
 
Terhadap gangguan keselamatan penerbangan, pelaku akan dijatuhi sanksi. Yakni kurungan maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp500 juta.
 
Untuk mewadahi tradisi penerbangan balon udara tanpa mengganggu jalur penerbangan, AirNav menggelar festival balon udara dengan cara ditambatkan. 
 
"Kami gelar di Pekalongan pada 12 Juni 2019 dan Wonosobo tanggal 15 Juni 2019," ujarnya.
 
Mengacu data AirNav Indonesia, dari tahun ke tahun jumlah balon udara liar yang dilaporkan oleh pelaku penerbangan mengalami penurunan. Pada tahun 2018, tercatat ada 114 laporan balon udara liar di Indonesia.
 
"Tahun ini hingga 9 Juni tercatat ada 42 laporan," kata Dheny.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif