Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.MTVN/Istimewa
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.MTVN/Istimewa ()

Bupati Yoyok: Pemimpin tak Boleh Kalah oleh Koruptor

bupati yoyok
13 September 2016 20:44
medcom.id, Batang: Siapa pun, kalau dia pemimpin daerah, harus mampu memanfaatkan anggaran daerah dengan maksimal. Jangan pula cemas dana itu nanti digerogoti para koruptor.
 
"Jangan lalu berdalih lebih baik tidak diserap daripada dikorupsi. Masak pemimpin takut dengan koruptor,” kata Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, usai berbicara di depan calon bupati yang akan berlaga pada Pilkada Batang, Februari 2017, di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (13/9/2016).
 
Yoyok mahfum modus para koruptor makin cangggih. Tapi, pemimpin tidak boleh kalah oleh koruptor. Apalagi, kalau kepala daerah mampu menciptakan sistem yang ajek, bersih, dan terbuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau masih ada yang bisa korupsi, berarti kita sebagai pemimpin gagal melindungi kepentingan rakyat banyak,” ujar Yoyok.
 
Yoyok memastikan, masalah terbesar pemanfaatan anggaran bukan pada besarannya, tapi optimalisasi penyerapan. Sebesar apa pun anggaran jika tak bisa diserap untuk pembangunan tetap tidak akan membawa manfaat untuk rakyat.
 
Di mata Yoyok, pemerintah Batang harus mampu menyerap anggaran sebaik-baiknya. Perekonomian masyarakat sangat tergantung pada kinerja pemerintah.
 
"Kami tidak punya banyak sektor swasta. Kalau anggaran tidak terserap dan dikorupsi, rakyat Batang bisa susah semua. Tidak ada pembangunan," kata Yoyok.
 
Pengalaman mengelola keterbatasan ini membuat Yoyok menerima berbagai penghargaan sistem pengelolaan anggaran. Kabupaten Batang bersama Kota Surabaya adalah dua daerah yang mulai tahun ini memegang sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan dan kerahasiaan informasi publik.
 
APBD Batang kini menembus Rp1,7 triliun. Angka itu melompat jauh dari tahun pertama Yoyok memimpin Batang. Ketika itu APBD Batang hanya Rp950 miliar.
 
"Pemimpin yang baru nanti harus mampu mengatasi keterbatasan. Menghabiskan waktu untuk berpikir dan membuat terobosan. Bukan orang yang selalu menyalahkan-nyalahkan," tutup penerima Bung Hatta Anticorruption Award 2015 itu.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ICH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif