Embun beku atau biasa disebut bun upas melanda kawasan  Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). MI
Embun beku atau biasa disebut bun upas melanda kawasan Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). MI (Liliek Dharmawan)

Embun Beku Muncul di Dataran Tinggi Dieng

embun upas
Liliek Dharmawan • 24 Juni 2019 18:55
Dieng: Embun beku kembali muncul di kawasan dataran tinggi Dieng terutama di kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Senin, 24 Juni 2019 pagi. Embun beku biasa terjadi setiap tahun ketika suhu dingin terjadi di kawasan dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. 
 
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Obyek Wisata Dieng, Aryadi Darwanto mengungkapkan dalam dua hari terakhir, embun beku atau biasa disebut bun upas kembali muncul. 
 
"Kemunculan embun beku akibat suhu di tanah kurang dari 0 derajat Celcius. Saya mengukur dengan termometer," kata Aryadi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan bun upas pada Sabtu 22 Juni 2019 lebih tebal jika dibandingkan pada Minggu. Hanya saja secara umum, bun upas masih tergolong tipis.
 
"Bagi wisatawan, tentu akan menarik karena ada sisi lain di Dieng. Namun, untuk petani kentang agak khawatir karena dapat berdampak pada tanaman kentang," ujarnya.
 
Sementara Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan kalau bun upas masih tergolong tipis, karena baru di sekitar kawasan candi.
 
"Karena masih tipis dan belum sampai ke tanaman kentang, maka tidak mempengaruhi tanaman kentang. Mudah-mudahan tidak tebal dan meluas, sehingga tanaman kentang masih tetap hidup," katanya.
 
Embun beku atau frost memang dimungkinkan terjadi karena suhu di bawah titik beku.
 
"Biasanya suhu permukaan tanah lebih rendah dan bisa di bawah titik beku. Kalau itu terjadi, maka muncullan bun upas atau frost. Umumnya terjadi pada puncak musim kemarau. Kalau sekarang barangkali relatif tipis dan terbatas," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie.
 
Karena itulah, ia berharap petani tetap waspada terhadap kemungkinan kemunculan embun beku terutama kalau nanti memasuki puncak kemarau. 
 


 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif