Direskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. Medcom.id/Amaluddin
Direskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Polisi Bantah Putra Risma Tersangka Insiden Gubeng

Jalan Gubeng Ambles
Amaluddin • 26 Maret 2019 20:18
Surabaya: Direskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan membantah tersangka inisial F merupakan Fuad Bernardi, putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Polisi sempat menyebut F sebagai tersangka baru terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya.
 
"Bukan inisial F ini, tapi inisial F lain," kata Yusep, di Mapolda Jatim, di Surabaya, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Pernyataan Yusep berbeda dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Kala itu, Luki menyatakan telah menetapkan inisial F sebagai tersangka, yang bertugas sebagai bagian perencana proyek basement Rumah Sakit Siloam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, tidak lama kemudian inisial F mendadak hilang. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari polisi terkait hilangnya nama tersangka berinisial F tersebut.
 
Yusep tidak banyak bicara saat ditanya perihal tersebut. Yusep hanya mengatakan bahwa nama Fuad mencuat setelah dicatut beberapa saksi lainnya dalam kasus tersebut.
 
"Terkait dengan adanya keterangan saksi lainnya yang menjelaskan nama inisial F tersebut," kata Yusep.
 
Baca: Perencana Proyek RS Siloam Tersangka Insiden Jalan Gubeng
 
Pemanggilan Fuad untuk pendalaman kasus amblesnya Jalan Gubeng. Sebab, ada beberapa saksi menyebut jika Fuad terlibat. "Ini terkait dengan keterangan dari pada beberapa saksi yang lainnya yang perlu kami dalami," ujarnya.
 
Yusep mengaku masih akan memeriksa kembali keterlibatan Fuad dalam perizinan proyek. Pihaknya juga masih mengumpulkan beberapa keterangan saksi lainnya.
 
"Nanti kita konfrontasi dulu terkait hal tersebut ya. Artinya bahwa dari keterangan saksi-saksi yang lain yang sudah kita buat pemeriksaan, memang menjelaskan ada nama F terkait dengan kasus yang harus kami dalami," kata Yusep.
 
Hingga saat ini, Polda Jatim sudah menetapkan 6 tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng di Surabaya. Para tersangka dijerat Pasal 192 Ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 63 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
 
Keenam tersangka itu adalah BS yang menjabat Direktur PT Nusa Kontruksi Enjineering (NKE), RW (Project Manager PT NKE), AP (Site Manager PT NKE), RH (Project Manager PT Saputra Karya), LAH (Struktur Enjeneering Supervisor PT Saputra Karya), dan AK (Struktur Supervisor PT Saputra Karya).
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif