Mapolsek Tambelangan dibakar massa. (ANT/SAIFUL BAHRI)
Mapolsek Tambelangan dibakar massa. (ANT/SAIFUL BAHRI) (Amaluddin)

Pembakar Polsek Tambelangan Terpengaruh Hoaks

Demo Massa Penolak Pemilu
Amaluddin • 23 Mei 2019 19:49
Surabaya: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkap, motif massa membakar Mapolsek Tembelangan, Sampang, diduga karena terpengaruh hoaks. Luki menjelaskan, hoaks yang beredar yakni adanya penangkapan tokoh agama asal Madura di Jakarta. 
 
Luki melanjutkan, massa yang datang ke mapolsek meminta agar tokoh agama dibebaskan. Namun, tetiba massa semakin banyak kemudian menyerang hingga membakar mapolsek. 
 
"Masih kita dalami dulu. Tapi yang jelas dari informasi yang berkembang karena berita penangkapan tokoh agama di Jakarta. Saya pastikan itu tidak benar atau hoaks," kata Luki, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 23 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polisi Kantongi Identitas Pembakar Polsek Tambelangan
 
Luki membeberkan, imbas pembakaran yakni belasan kendaraan bermotor yang parkir di halaman polsek ludes terbakar. Sekitar 14 kendaraan hangus terbakar. 
 
Rinciannya, dua mobil dinas Polsek Tambelangan, dan satu mobil milik warga. Kemudian satu sepeda motor dinas, dan 10 motor milik anggota. 
 
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat ini situasi mereda setelah tokoh agama, tokoh masyarakat turun langsung untuk meredam situasi," kata Luki.
 
Luki menegaskan, Tim Inafis Polda Jatim telah mengidentifikasi area polsek. Hasilnya, petugas menemukan puluhan bom molotov di area Polsek Tambelangan.
 
"Ada sekitar 30 botol ditemukan di sekitar Polsek, dengan kondisi masih utuh, belum sempat digunakan," ujarnya.
 
Baca: Sampang Dijaga Ketat

 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif