Direktur RS William Booth Surabaya, TB Rijanto, mengatakan korban berinisial I. Korban merupakan karyawan RS William Booth yang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.
"Dia pulang dari shift malam. Pagi tadi, dia melintas di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dengan bersepeda motor. Begitu melintas di depan gereja, ledakan terjadi. Korban terkena ledakan," kata Rijanto di RS William Booth Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Korban, lanjut Rijanto, mengalami luka bakar 23 persen. Saat ini, ungkapnya, tim medis tengah menangani perempuan asal Bojonegoro itu.
Sedangkan seorang korban lain berinisial T yang merupakan jemaat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno Surabaya. Ledakan juga terjadi GPPS.
"Korban T mengalami luka bakar serius, perkiraan 90 persen. Kami merujuk korban ke RS TNI AL Surabaya," lanjut Rijanto.
Ledakan terjadi di tiga lokasi di Surabaya, Minggu pagi ini. Yaitu di Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel Madya, GPPS, dan GKI.
Hingga pukul 12.00 WIB, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan sembilan orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi.
Sementara jumlah korban luka bertambah menjadi 38 orang. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, di antaranya RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
