Surabaya Bentuk Trauma Center untuk Korban Bom
ilustrasi-medcom.id
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya membentuk trauma center, untuk mendampingi anak-anak korban peledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, beberapa hari lalu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan trauma center dibentuk meski sejak awal kejadian tim psikolog Pemkot Surabaya sudah mendampingi pihak keluarga yang menjadi korban bom.

"Trauma center ini anggotanya gabungan, tidak bisa pemkot saja, meskipun kami memiliki banyak psikolog," katanya di Surabaya, Rabu 16 Mei 2018. 


Baca: Bocah Dibalik Gorden Rumah Terduga Teroris

Menurut dia, trauma center selain diisi oleh tim psikolog juga terdapat anggota kepolisian supaya bisa mengikuti perkembangan. 

"Kami juga dampingi anak-anak di sekolah korban dan di kelas korban," ujarnya.

Risma menjelaskan, Pemkot Surabaya saat ini terus mengawal dan memfasilitasi pengantaran jenazah korban. Beberapa korban telah dibawa ke Solo, Jawa Tengah dan Pasuruan, Jawa Timur. 

Selain itu, Pemkot Surabaya juga membantu pemakaman korban supaya lebih lancar. "Bahkan, kami juga berencana menanggung semua biaya pendidikan salah satu anak korban, sekarang masih kami hitung semuanya," imbuhnya.

Baca: Tetangga Sempat Curigai Gerak-gerik Terduga Teroris

Risma juga meminta warga Kota Surabaya untuk tidak takut dan tidak khawatir terhadap ancaman teror. Ia juga mengingatkan, bahwa semuanya sudah ada yang mengatur, dan warga Surabaya akan dilindungi Allah SWT. 

"Saya juga tidak hanya berdoa,tapi saya berbuat apa pun yang saya bisa," tambahnya.




(LDS)