Tetangga Sempat Curigai Gerak-gerik Terduga Teroris
Rumah kontrakan terduga teroris di Sidoarjo . (Medcom.idSyaikul Hadi)
Sidoarjo: Sosok dua wanita bercadar yang diduga menyimpan bahan peledak di kontrakan di Kelurahan Urang Agung, Kota Sidoarjo, dikenal Misterius. Dua wanita tersebut dibekuk tim Densus 88 Anti teror bersama dua pria, pada Senin, 14 Mei 2018 pagi. Mereka ditangkap diduga terkait teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Salah satu tetangga terduga, YK, 37, mengatakan awalnya kontrakan ditempati keluarga terduga teroris yang disebut bernama Beti asal Cirebon, Jawa Barat. Kepada tetangga, Beti mengaku berusia 35 tahun dan belum memiliki suami. 

Namun, empat tahun berlalu, Beti kemudian tinggal bersama saudaranya yakni pasangan suami istri dan enam anak beserta Beti. Setahun berjalan, pada 2015 delapan orang itu mengaku akan pulang ke Cirebon. Kecuali Beti.


"Jadi, Beti sempat tinggal sendirian setelah saudaranya pulang kampung," ungkap YK, Selasa, 15 Mei 2018. 

Selang beberapa bulan, datang perempuan bernama Yanti, 31. Selain Beti, Yanti juga turut ditangkap bersama dua pria lainnya. Kepada tetangga, Yanti mengaku berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kepada tetangga justru ia mengaku berasal dari Jombang. 

"Kalau enggak salah baru setahun ini pakai cadar. Dulunya enggak pernah," tambahnya. 

Beti dan Yanti kerap berbelanja kebutuhan sehari-hari di belakang rumahnya. Keduanya tidak terlalu banyak bicara. 

Muncul kecurigaan warga

Penggunaan cadar membuat warga mencurigai mereka. Namun, kecurigaan itu diabaikan karena keduanya telah lama tinggal di kontrakan yang dikenal angker. 

"Mereka berdua ini sudah bertahun-tahun menetap di sana. Sempat ditanya juga sama warga, apa enggak takut tinggal di sana, ternyata enggak katanya," lanjut YK. 

Tak selesai dicadar. Selang beberapa bulan Yanti kabarnya menikah siri dengan Agus Widodo. Namun tak banyak tetangga tahu. Agus merupakan salah satu terduga yang turut ditangkap dalam penggerebekan kemarin. 

"Kita enggak tahu, tetangga baru tahu saat Mbak Yanti ngasih makanan (syukuran) pernikahan," ucapnya. Kabarnya, saat ini Yanti tengah hamil tiga bulan. 

Sebelum ditangkap, mereka kerap didatangi banyak tamu. Kebanyakan tamunya menggunakan cadar serba hitam bersama suami dan anak-anaknya. Bahkan tak jarang mereka menginap di rumahnya. 

"Banyak temannya yang sering datang ke sini. Pakaiannya sama, tapi sama keluarganya. Ada anaknya yang masih kecil-kecil. Meski ada yang pulang, terkadang mereka juga menginap di sini," pungkasnya. 

Sedangkan satu terduga lainnya yakni Ilham. Menurut Sandi yang juga warga setempat, ia belum pernah melihat pria tersebut sebelumnya. Dirinya baru mengetahui saat Ilham ditangkap kemarin. 

"Ada dua pria, satunya suami Mbak Yanti, yang satunya ini enggak pernah kelihatan. Baru kelihatan kemarin pas ditangkap," kata Sandi. 

Meski begitu, dirinya tidak terlalu kenal dengan suami Yanti. Karena jarang berkumpul dengan tetangga. "Cuek, banyak orang enggak tahu. Bahkan kalau pakai sepeda di kampung sini sering ngebut," singkatnya.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id