Tujuh Tersangka KPK di Malang Masih Jadi Caleg
ilustrasi Medcom.id
Malang: Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang maju kembali pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Sebelumnya, 20 anggota dewan tersebut telah tercatat dalam daftar calon legislatif sementara (DCS). Namun setelah ditetapkan tersangka, partai-partai kemudian menarik calonnya tersebut dan kini hanya menyisakan tujuh orang saja di daftar calon legislatif (caleg).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Zainuddin mengatakan hingga hari terakhir perbaikan data pada 10 September 2018 lalu, masih ada sejumlah nama caleg tersangka korupsi yang masih belum melakukan konfirmasi mundur dari pencalegan.


"Dari 20 caleg tersangka korupsi, tiga nama diganti caleg lain dan 11 nama ditarik mundur oleh parpol. Artinya, ada tujuh tersangka korupsi yang akan muncul di daftar caleg yang bakal dicoblos oleh masyarakat," katanya Kamis 13 September 2018.

Zainuddin menjelaskan 11 caleg yang ditarik mundur berasal dari sejumlah parpol. Mereka ialah, tiga orang dari Partai Gerindra, dua orang dari Partai Hanura, tiga orang dari PKS, serta masing-masing satu orang dari PAN, Partai NasDem dan PPP.

Sementara itu, tiga caleg yang diganti dengan calon lain untuk pemenuhan kuota perempuan. Menurut Keputusan KPU Nomor 961 Tahun 2018, apabila bacaleg laki-laki mengundurkan diri, maka tidak bisa diganti. Apabila bacaleg perempuan, maka bisa diganti jika keterwakilan perempuan di dapil (daerah pilihan) tersebut kurang dari 30 persen.

"KPU tidak bisa serta merta caleg mencoret apabila tidak ada dokumen pendukung yang diserahkan parpol. Dokumen itu salah satunya surat pemberhentian dari parpol, surat pengunduran diri, atau surat bukti telah meninggal dunia," bebernya.

20 anggota dewan yang telah tercatat dalam DCS Pileg 2019 yakni Sugiarto, Choirul Amri dan Bambang Triyoso dari PKS; Teguh Mulyono, Erni Farida, Hadi Santoso, Diana Yanti dan Arief Hermanto dari PDI-P; Choeroel Anwar dan Ribut Harianto dari Partai Golkar; Harun Prasojo dari PAN.

Kemudian Een Ambarsari, Suparno Hadiwibowo, dan Teguh Puji Wahyono dari Partai Gerindra; Afdhal Fauza dan Imam Ghozali dari Partai Hanura; Mulyanto dari PKB; Indra Tjahyono dari Partai Demokrat; Asia Iriani dari PPP; Mohammad Fadli dari Partai NasDem.

Sebelumnya diberitakan, total anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015 kali ini menjadi sebanyak 41 orang. Jumlah tersebut bertambah setelah KPK menetapkan 22 anggota dewan sebagai tersangka baru pada Senin 3 September lalu.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang telah menjerat 21 tersangka, mulai dari Wali Kota Malang Moch Anton, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono, Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, dan 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id