ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id (Faishol Taselan)

Eks Anggota DPRD Kota Malang Dijerat Pasal Berlapis

Korupsi APBD-P Malang
Faishol Taselan • 10 Januari 2019 12:47
Surabaya: Sidang lanjutan perkara korupsi yang melibatkan 22 mantan anggota DPRD Kota Malang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya, Rabu, 9 Januari 2019. Pada sidang kali ini, sebanyak 10 mantan anggota DPRD duduk di kursi pesakitan.
 
Mereka ialah Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Choeroel Anwar, dan Suparno Hadiwibowo. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Cokorda Gede Arthana.
 
Pembacaan dakwaan disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Su-hermanto. "Dalam dakwaan tersebut, ke-10 terdakwa di-nyatakan patut diduga menerima hadiah atau janji dengan tujuan agar memberikan persetujuan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 yang diajukan Pemerintah Kota Malang," ungkap jaksa Arif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arif menambahkan, perbuatan para terdakwa melanggar Pasal 5 angka 4 dan 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme juncto Pasal 400 ayat 3 UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD juncto UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2014.
 
"Bahwa para terdakwa bersama-sama dengan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 lainnya pada tanggal 25 Juni 2015 sampai 22 Juli 2015 bertempat di Kantor DPRD Kota Malang telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan selaku pengawai negeri atau penyelenggara negara menerima hadiah atau janji berupa uang sebesar Rp700 juta," katanya.
 
Seusai pembacaan dakwaan, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
 
Pada Selasa (8/1), KPK menggunakan kereta api untuk memindahkan 12 mantan anggota DPRD Kota Malang ke Surabaya. "Para terdakwa dibawa ke Surabaya menggunakan transportasi kereta api dan dititipkan sementara di Rutan Medaeng dan Cabang Kelas 1 Surabaya pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah.
 
Para terdakwa mengenakan rompi oranye dan diborgol duduk dalam satu gerbong kereta api dengan dikawal oleh pengawal tahanan KPK dan pihak kepolisian.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif