Perusahaan Diduga Sekap TKW NTB Sepi

Daviq Umar Al Faruq 17 April 2018 18:11 WIB
tki bermasalah
Perusahaan Diduga Sekap TKW NTB Sepi
Suasana di depan Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT CKS yang diduga menelantarkan TKW asal NTB di Malang, Jatim, Selasa, 17 April 2018, Medcom.id - Daviq
Malang: Sebanyak 20 tenaga kerja wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan telantar di sebuah balai latihan kerja luar negeri PT CKS di Malang, Jawa Timur. Medcom.id pun menelusuri lokasi perusahaan di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur itu.

Baca: TKW Mengaku Ditampung di Ruang Pengap di Malang

Pantauan pada Selasa, 17 April 2018, suasana perusahaan di pinggir Jalan Raya Rajasa itu tampak lengang. Perusahaan dibatasi dengan pagar hitam.


"Wartawan tidak boleh masuk, Mas," kata seorang pria yang mengenakan kaus bertuliskan PT CKS kepada awak media.

Menurut pria tersebut, manajemen perusahaan sedang di luar kota. Jadi manajemen tak akan memberikan pernyataan terkait kabar TKW di perusahaan tersebut.

Seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya mengaku tak banyak tahu soal PT CKS. Namun, katanya, tak ada yang aneh dengan aktivitas di perusahaan itu.

Sebelumnya diberitakan, tak hanya tenaga kerja dari NTB yang berada di penampungan, namun juga tenaga kerja dari daerah lain. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan.

Sehari-harinya tenaga kerja mendapatkan perlakuan tak mengenakkan. Bahkan selama berada di penampungan, mereka tak mendapat informasi yang jelas soal pemberangkatan ke negara tujuan.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai satu dari 20 TKW itu mengaku telantar di PT CKS. Ia dan rekan-rekannya ditampung di ruang penampungan yang tertutup dan pengap di Malang.

"Kami ada 20-an orang dari NTB. Kami minta tolong untuk segera dipulangkan dari tempat ini," ujar Titin Sumarni melalui sambungan telepon, Selasa, 17 April 2018.

Bukan hanya dari NTB, penghuni penampungan juga berasal dari daerah lain. Titin memperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan.

"Intinya kami minta dibebaskan dari tempat ini. Kami sudah tidak tahan harus menderita di penampungan. Karena itu, kita minta dipulangkan," katanya lagi.

Titin mengatakan mendapat perlakuan tak mengenakkan. Selama berada di penampungan, mereka tak mendapat informasi yang jelas soal pemberangkatan ke negara tujuan. 

Sebelumnya, PT CKS menjanjikan mereka berangkat ke Malaysia, Singapura, dan negara lain. Tapi, enam bulan berada di penampungan, Titin dan rekan-rekannya belum juga berangkat.

"Macam-macam ada yang dari awal tahun 2017, belum juga berangkat," ujarnya.



(RRN)