Suasana halaman depan Sekretariat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) yang digeledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 30 Agustus 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Suasana halaman depan Sekretariat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digeledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 30 Agustus 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq (Daviq Umar Al Faruq)

KPK Bawa Dua Koper dari DPAC PKB Malang

kasus korupsi pilkada serentak pilkada 2018 Korupsi APBD-P Malang
Daviq Umar Al Faruq • 30 Agustus 2018 23:10
Malang: Sekretariat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) di Jalan S Supriadi Gang 8, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 30 Agustus 2018.

Rumah berstatus kontrak tersebut diketahui juga menjadi kediaman anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PKB, Mulyanto. Penggeledahan dijaga personel polisi dan berlangsung sejak pukul 14.30 WIB hingga 15.30 WIB.

Usai melakukan penggeledahan, penyidik KPK terlihat membawa dua koper besar dari dalam sekretariat. Tidak diketahui isi koper berwarna hitam tersebut. Pihak KPK pun tidak memberikan keterangan apapun terkait penggeledahan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Bambang, Ketua RT setempat yang menyaksikan proses penggeledahan, mengaku tidak mengetahui secara pasti barang apa saja yang diambil penyidik KPK dari dalam rumah. Termasuk berkas-berkas yang dimasukkan ke dalam koper.

"Saya hanya duduk di luar untuk menyaksikan pemeriksaan saja. Dia (Mulyanto) memang tinggal di sana bersama keluarganya. Mengontrak sudah jalan dua tahun ini," katanya kepada awak media.

Baca: Wali Kota Nonaktif Malang Dipenjara 2 Tahun

Selain menggeledah rumah Mulyanto, penyidik KPK juga dikabarkan melakukan penggeledahan di sejumlah rumah anggota dewan. Salah satunya kediaman Sony Yudiarto, anggota DPRD Kota Malang Fraksi Partai Demokrat di Jalan Ciliwung 1A 4i, Kota Malang, Jawa Timur.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengaku telah dihubungi pihak KPK sebelumnya untuk peminjaman tempat di Polres Malang Kota. Lokasi tersebut digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap aggota DPRD Kota Malang.

"Kami dimintai pinjam tempat KPK sejak Selasa (28 Agustus 2018) lalu. Dipakainya kapan, kami kurang tahu. Yang pasti kami menyiapkan tempat ternasuk personilnya," ujarnya.

Penggeledahan KPK dalam rangka pengembangan kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. KPK telah menetapkan 21 tersangka dalam kasus tersebut.

KPK menahan 19 anggota DPRD Kota Malang terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Selain belasan anggota dewan, lembaga anti rasuah juga menahan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistyo serta mantan Wali Kota Malang, Moch Anton.

 


(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi