Lima Kantor di Kabupaten Malang Digeledah KPK

Daviq Umar Al Faruq 11 Oktober 2018 01:11 WIB
penggeledahan
Lima Kantor di Kabupaten Malang Digeledah KPK
Penyidik KPK membawa sejumlah dokumen dari sebuah kantor di Kabupaten Malang diduga terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Rendra Kresna sebagai tersangka, Rabu, 10 Oktober 2018, Medcom.id - Daviq
Malang: Penyidik KPK menggeledah lima kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Diduga, penggeledahan terkait dengan kasus korupsi yang menjerat Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka.

Lima kantor itu yaitu Badan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Bina Marga, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

Rabu, 10 Oktober 2018, merupakan hari ketiga penyidik KPK berada di Malang. Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi mengatakan penyidik menggeledah dan memeriksa dokumen di kantornya. Di antaranya surat masuk dan keluar, dokumen anggaran, serta beberapa dokumen.


"Semua ruangan diperiksa, ruangan saya, staff, dan ruangan pelayanan. Anggaran juga diperiksa. Dipelajari, dibaca. Kalau berkas-berkas hanya dilihat saja dan dikembalikan. Jumlah semuanya enggak ngitung," kata Purnadi.

Baca: Bupati Malang Didampingi Tiga Kuasa Hukum

Di Kantor DTPHP, penyidik juga memeriksa dokumen. Pegawai diminta tetap berada di ruangan selama penggeledahan berlangsung.

Informasi yang didapat Medcom.id menyebutkan salah satu dokumen tentang agenda pembangunan jalan tengah sawah pada 2012 hingga 2017 silam. Pembangunan tersebut bertujuan untuk mempermudah petani untuk mengangkut hasil panen.

Rumah dinas Bupati Malang juga digeledah KPK pada tiga hari lalu. Penggeledahan juga dilakukan di kediaman pribadi Rendra di Kecamatan Pakis.

Penggeledahan dilakukan setelah KPK menetapkan Rendra sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun anggaran 2011. Dia disangkakan menerima gratifikasi dalam kasus tersebut.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id