Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meninjau langsung temuan reruntuhan situs purbakala di sekitar proyek Jalan Tol Trans Jawa sektor Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 5 Apri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meninjau langsung temuan reruntuhan situs purbakala di sekitar proyek Jalan Tol Trans Jawa sektor Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 5 Apri (Daviq Umar Al Faruq)

Mendikbud Tinjau Langsung Temuan Situs di Proyek TransJawa

situs sejarah
Daviq Umar Al Faruq • 05 April 2019 13:46
Malang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meninjau langsung temuan reruntuhan situs purbakala di sekitar proyek Jalan Tol Trans Jawa sektor Malang-Pandaan di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 5 April 2019.
 
Dalam kunjungannya tersebut, Muhadjir menyebutkan bahwa reruntuhan situs purbakala tersebut saat ini masih dalam proses ekskavasi atau penggalian. Selanjutnya, tim dari Kemendikbud kemudian melakukan riset dan penelitian pada reruntuhan situs itu.
 
"Termasuk merekonstruksi, baik rekontruksi bangunan maupun sejarahnya. Sehingga akan kita cari mata rantai sejarah peradaban bangsa Indonesia khususnya yang berkembang di Malang dan sekitarnya," katanya kepada awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhadjir menambahkan sebenarnya proses rekonstruksi situs tersebut saat ini sudah mulai berjalan. Sebab, pihak Kemendikbud sendiri sudah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk rekonstruksi situs.
 
"Jumlahnya kita lihat nanti. Belum kita pastikan karena harus bicara dulu dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Nanti yang rekonstruksi dari Kepala Pusat Penelitian Arkeolohgi kami," ujarnya.
 
Baca: Tim Arkeolog Ekskavasi Reruntuhan Situs Purbakala di Malang
 
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyayangkan kondisi reruntuhan situs yang sudah hancur, terutama pada bagian atas bangunan. Sehingga dia berharap para tetua atau sesepuh dari masyarakat sekitar bisa ikut membantu menelusuri sejarah situs tersebut.
 
"Situs ini dari sebelum Majapahit dan ini anomali dalam konteks sejarah peradaban Malang karena bangunan-bangunan candi dan situs-situs tempat persembahan ataupun tempat ibadah ya itu biasanya bahan bakunya dari batu kali batu gunung," jelasnya.
 
"Tapi ini justru dari batu bata yang pengolahannya sudah menggunakan teknologi tinggi karena kualitasnya saya amati walaupun saya bukan ahli ini mendekati keramik. Jadi ini akan merubah berbagai macam teori yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Kota Malang dan sekitarnya," imbuhnya.
 
Mendikbud Tinjau Langsung Temuan Situs di Proyek TransJawa
 
Disisi lain, Muhadjir mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Trans Jawa. Dia menyebutkan pembangunan jalan tol di sekitar penemuan reruntuhan situs tetap bisa berjalan bersamaan dengan penelitian situs.
 
"Jalan tol disana sudah dibelokkan delapan meter dari situs. Jadi bisa tetap penelitian. Pembangunan tol tidak mengganggu proses penelitian karena sudah dibelokkan delapan meter," pungkasnya.
 
Seperti diketahui, sebuah reruntuhan yang diduga situs purbakala ditemukan di sekitar proyek Jalan Tol Trans Jawa seksi Pandaan-Malang. Reruntuhan tersebut diduga merupakan situs tua dari era Kerajaan Majapahit.
 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif