Tukang Becak Jadi Korban Ledakan di Surabaya

Nurul Hidayat 14 Mei 2018 11:08 WIB
Teror Bom di Surabaya
Tukang Becak Jadi Korban Ledakan di Surabaya
Suasana di lokasi ledakan bom di Gereja St Maria di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Medcom.id - Amaluddin
Jombang: Sidiq, warga Jombang, Jawa Timur, menjadi korban dalam ledakan yang terjadi di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, pagi. Diduga, Sidiq tengah mangkal di sekitar Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel saat ledakan terjadi.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto mengatakan memastikan identitas Sidiq. Pria tersebut berasal dari Dusun Gudang, Desa Pojok Rejo, Kecamatan Kesamben dan berprofesi sebagai tukang becak.

"Dari keterangan warga sekitar rumah korban, didapat informasi korban biasa mangkal di Jalan Ngagel," kata Fadli di Jombang, Senin, 14 Mei 2018.


Namun Fadli tak bertemu dengan istri korban. Sebab, istri korban tengah menemani anaknya yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Mojokerto.

Saat ini, Sidiq masih dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Surabaya. Sidiq merupakan satu dari 43 warga yang mengalami luka akibat ledakan di Surabaya.

Ledakan terjadi di tiga lokasi di Surabaya, Minggu 14 Mei 2018. Sebanyak 13 orang tewas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meyakini kelompok teroris di Surabaya terafiliasi dengan ISIS. Tito menilai mereka melakukan serangkaian aksi peledakan karena dalam kondisi terpojok.

"Terpojoknya ISIS karena serangan dari negara-negara barat, merupakan salah satu faktor pendorong teror dan peledakan bom di Tanah Air dari luar negeri," kata Tito, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.




(RRN)