Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Kohar Hari Santoso. Medcom.id/ Amaluddin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Kohar Hari Santoso. Medcom.id/ Amaluddin. (Amaluddin)

Penanganan Hepatitis A di Pacitan Belum Tuntas

Hari Kartini hepatitis a
Amaluddin • 11 Juli 2019 18:42
Surabaya: Pemerintah Kabupaten Pacitan belum mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit hepatitis A di wilayahnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan status KLB itu belum dicabut lantaran penanganan terhadap pasien terjangkit penyakit hepatitis A masih belum tuntas.
 
"Bupati Pacitan yang berhak mencabut status KLB itu. Belum dicabut karena tergantung upaya penanganannya masih belum tuntas. Kalau sudah tuntas, sampai tahap pasien sudah sembuh, baru bisa dicabut," kata Kohar saat dikonfirmasi, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Baca: Dinkes Jatim Menyelidiki Wabah Hepatitis A di Pacitan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kohar menjelaskan perkembangan wabah penyakit hepatitis A di Pacitan menunjukkan tren positif. Bahkan, Kohar mengklaim sudah tidak ada lagi warga di Pacitan terjangkit penyakit hepatitis A. "Meski sudah tidak ada lagi pasien baru terkena hepatitis A di Pacitan. Intensitas penanganan tetap dipertahankan," ujarnya.
 
Kohar mengaku terus melakukan berbagai upaya mengatasi wabah penyakit hepatitis A di Pacitan. Salah satunya Pemprov Jatim menyuplai obat-obatan dan bantuan tenaga medis ke sejumlah kecamatan terdampak virus hepatitis A, dan ke daerah-daerah yang kesulitan mendapat air bersih terdampak kekeringan. 
 
"Karena salah satu penyebab penyebaran virus hepatitis A itu disebabkan sulitnya air bersih, terutama di daerah terdampak yang mengalami kekeringan di Pacitan. Makanya pengiriman air bersih terus digencarkan, kami juga terus memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup bersih, walaupun sudah tidak ada penderita baru," ungkap Kohar.
 
Baca: Tanda-tanda Penyakit Hepatitis A
 
Kohar kembali mengatakan selain menyuplai air bersih pihaknya juga telah mengirim tim pengawasan epidemiologi, menggandeng anggota PKK dan Babinsa untuk membantu mengedukasi masyarakat Pacitan. "Masyarakat harus paham dan mengerti cara mengolah air dengan benar. Juga agar masyarakat buang air dengan cara yang benar dan sehat," ujar Kohar.
 
Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes Jatim, kata Kohar, jumlah warga tertular virus hepatitis A sudah mencapai 1.100 orang. Kini mereka masih menjalani perawatan intensif untuk penyembuhan penyakit tersebut. "Sejauh ini tidak ada tambahan pasien. Di rumah sakit tidak nambah, di puskesmas juga tidak nambah," pungkas Kohar.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif