Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id (Amaluddin)

Dinkes Jatim Menyelidiki Wabah Hepatitis A di Pacitan

hepatitis a
Amaluddin • 29 Juni 2019 16:54
Surabaya: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur tengah menyelidiki wabah hepatitis A di Kabupaten Pacitan. Penyelidikan untuk mengatahui pola penyebaran dan penularan penyakit tersebut.
 
"Kami sekarang masih melakukan penyelidikan epidemologi. Penyelidikan ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran penyakit hepatitis A secara luas khususnya di Pacitan," kata Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Jatim, Setya Budiono, Sabtu, 29 Juni 2019.
 
Pemerintah Kabupaten Pacitan telah mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit hepatitis A di wilayahnya. Setya menerangkan, Pemkab Pacitan telah menggerakan seluruh fasilitas kesehatan untuk mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antaranya, petugas di masing-masing puskesmas, klinik, disebar ke semua wilayah di Pacitan untuk melakukan kesehatan keliling. Petugas juga melakukan kaporitasi, serta mengajak masyarakat berperilaku hidup sehat. 
 
"Cara ini diharapkan bisa menjadi pengobatan efektif untuk KLB hepatitis A," ujarnya.
 
Baca: Pacitan Tetapkan KLB Hepatitis A
 
Setya mengimbau, penderita yang memasuki masa pemulihan untuk istirahat total selama satu bulan. Sementara untuk masyarakat yang sakit, dimohon segera berobat ke puskesmas terdekat atau dokter. 
 
"Kami juga menghimbau agar masyarakat yang terkena Hepatitis A untuk sementara tidak bepergian, jadi harus istirahat total untuk menyembuhkannya," jelasnya. 
 
Setya meminta masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dirinya sendiri. Di antaranya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah buang air besar dan kecil, sebelum dan sesudah memasak dan makan.
 
Sementara bagi warga yang sehat, disarankan sebelum dan sesudah merawat pasien dengan hepatitis A juga harus mencuci tangan.
 
"Kemudian makan makanan sehat dan matang, air juga harus dimasak lebih dahulu selama KLB mohon tidak mengkonsumsi makanan mentah," tandas Setya.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif