"Sekarang menerima Rp600 ribu, tapi nanti sampai di rumah akan kami setor ke perangkat (desa) sebesar Rp150 ribu. Pemotongan itu untuk pemerataan dan meminimalisir kecemburuan sosial," kata seorang warga Desa Losari, Kasiah (71) di Balai Desa Losari, Jombang, Jawa Timur, Selasa (14/4/2015).
Menurut pengurus Desa Losari, hasil pemotongan dana PSKS itu akan dibagikan ke warga kurang mampu lainnya yang tidak terdaftar sebagai pemegang KPS. "Dibagikan ke warga miskin yang tidak masuk dalam daftar penerima PSKS," lanjut Kasiah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kasiah mengaku pemotongan dana PSKS ini merupakan hasil kesepakatan pihak desa dan warga. Meski demikian, Kasiah mengaku ikhlas karena dapat berbagi dengan warga lainnya.
"Jadi saya hanya menerima Rp 450 ribu karena dipotong oleh perangkat desa sebesar Rp 150 ribu. Saya ikhlas karena sudah ada kesepakatan," imbuh dia.
Secara terpisah, Kepala Desa Losari, Sutrisno mengaku pemotongan dana PSKS itu lantaran jumlah warga miskin di desanya mencapai 600 orang. Namun yang masuk dalam daftar penerima PSKS hanya 274 orang.
"Kami sudah mengajukan 600 warga miskin untuk PSKS, namun yang keluar hanya 274 orang. Makanya, hasil pemotongan tersebut akan kami bagi kepada keluarga miskin yang belum terdaftar di PSKS. Ini sudah menjadi kesepakatan warga. Bahkan ada hitam di atas putih," kata Sutrisno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
