"Saya dapat laporan dari beberapa kader, bahwa ibu Nurhayati beberapa kali sosialisasi di daerah-daerah di Jatim. Di Ponorogo saat longsor, kemudian di Trenggalek, di Blitar, baik Kabupaten maupun Kota. Kemudian ada di kabupaten Malang, dan juga Batu," kata Sekretaris DPD PD Jatim, Renville Antonio, di Surabaya, Senin 3 April 2017.
Hanya, kata Renville, kegiatan Nurhayati tak terpublikasi media karena sifatnya masih sosialisasi. "Beliau ini kan gerilya. Menyentuh bagian bawah. Sehingga wajar kalau tidak kelihatan," ujar Renville.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tak hanya acara di tataran kota maupun kabupaten, anggota Komisi I DPR RI itu juga hadir di kegiatan lingkup provinsi. "Ada juga undangan dari beberapa kampus. Beliau juga hadir pada puncak Acara Hari Pers Nasional (HPN) di gedung negara Grahadi beberapa waktu lalu," ungkapnya.
Di kesempatan terpisah, Ketua DPD PD Jatim Soekarwo mengaku, telah mendengar kabar tersebut. Namun, pria yang akrab disapa Karwo itu mengatakan, Nurhayati belum sowan kepadanya. "Katanya beliau sudah muter-muter Jatim. Tapi ketemu menyampaikan kepada saya masih belum, tapi itu haknya," kata Pakde Karwo.
Pakde Karwo mempersilakan jika Nurhayati ingin bertarung pada Pilgub Jatim. Namun, kata dia, keputusan maju atau tidak merupakan keputusan Majelis Tertinggi partai. "Yang menentukan bisa maju atau tidak tergantung survei. Majelis tinggi akan mengambil keputusan melalui survei," jelasnya.
Pakde Karwo mengingatkan supaya tetap tunduk pada hasil survei nantinya. Kalau survei mengatakan tidak bagus, kata Pakde Karwo, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk maju. "Dua hal demokrasi, dikenal dan kredible. Dua itu harus dipenuhi," pungkas politisi yang juga birokrat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
