Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id. (Antara)

Pegawai Rutan di Jambi Diduga Loloskan Napi

tahanan kabur
Antara • 20 Juni 2019 11:36
Jambi: Beberapa orang pegawai di Rutan Sungai Penuh, jambi, terancam dipecat jika terbukti bersalah turut serta meloloskan empat narapidana dari rutan. Saat ini, petugas rutan masih diperiksa. 
 
"Barang bukti berupa linggis dan pahat yang digunakan untuk menjebol tembok dapur rutan, diduga telah disiapkan oleh oknum pegawai di dalam rutan itu," kata Kakanwil Kemenkumham Jambi, Agus Nugroho Yusuf, di Jambi Kamis, 20 Juni 2019.
 
Agus menerangkan, tim dari Kemenkumham Jambi masih menggali informasi dari petugas rutan yang mendapat jatah piket saat empat napi kabur, pada Senin, 10 Juni 2019. Dia menegaskan, para petugas rutan bakal dipecat bila terbukti menyiapkan alat untuk narapidana yang kabur. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sembilan saksi telah diperiksa terkait kaburnya empat narapidana. Yaitu Kepala Rutan Sungai Penuh Farid, lima penjaga dan tiga petugas piket," ungkapnya. 
 
Baca: Tiga Napi di Jambi yang Kabur Ditangkap
 
Dia mengungkap, sebanyak tiga dari empat napi telah ditangkap kembali. Saat ini, ketiganya dititipkan di Lapas Klas IIA Jambi. Sedangkan, satu napi yang kabur yakni Hemanto Piton, masih dicarai. 
 
"Informasi terakhir narapidana yang kabur itu berada di kawasan Sungai Penuh, diimbau kalau mau menyerahkan diri lebih bagus, kalau tidak ya akan segera kami tangkap," tegasnya. 
 
Agus memastikan, bakal mencabut remisi untuk para narapidana yang kabur bila mendapat remis. Namun, Agus belum bisa memastikan adanya hukuman tambahan untuk napi tersebut. 
 
Ketiga narapidana yang ditangkap kembali pada Senin, 17 Juni 2019, yakni Syafrizal alias Sapri Bin Manarudin, 37, kasus narkoba hukuman 9 tahun, warga Kabupaten Rohil. Kemudian, Mike Putra Wijaya Bin Zulhajr Rusan, 37, kasus narkotika, hukuman 6,8 tahun dan Rahmat Dani bin Samsu, 24, hukuman 5,6 tahun warga Kota Sungai Penuh Jambi.
 
Empat narapidana narkoba di Rutan Kelas II B Sungai penuh kabur dengan membobol tembok saluran air, pada Senin, 10 Juni 2019, sekitar pukul 12.45 WIB. Sesampainya di belakang area rutan, antara blok dan dapur, keempat napi menuju ke pos atas dengan merusak pintu pos. Mereka kemudian naik  ke pos pantau, selanjutnya membuka jendela kaca nako.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif