Haris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bekasi. Antonio/Medcom.id
Haris Simamora, terdakwa pembunuhan satu keluarga di Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bekasi. Antonio/Medcom.id (Antonio)

Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dituntut Hukuman Mati

Pembunuhan di Bekasi
Antonio • 27 Mei 2019 15:46
Bekasi: Pembunuh satu keluarga di Bekasi, Harrys Aris Sandingon alias Harris Simamora dituntut hukuman mati. Haris dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan satu keluarga di Bekasi.
 
JPU Kejari Bekasi, Fariz menilai perbuatan Harris melanggar Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana  dan Pasal 363 KUHPidana ayat (1) ke-3 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. 
 
"Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati dan dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan," kata Fariz dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin, 27 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Eksepsi Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Tidak Berdasar
 
Jaksa menilai tidak ada hal yang meringankan perbuatan Haris. Tapi, terdapat sejumlah hal yang memberatkan. Di antaranya, perbuatan terdakwa menarik perhatian masyarakat dan menimbulkan penderitaan yang mendalam terhadap keluarga korban. 
 
"Perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, perbuatan terdakwa membuat empat orang kehilangan harta benda dan nyawa, dua orang di antaranya masih berusia anak, yaitu Sarah (berusia) 9 tahun, dan Arya (berusia) 7 tahun," katanya.
 
Baca: Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ricuh
 
Jaksa juga menuntut agar barang bukti berupa satu unit mobil Nissan Xtrail, 5 ponsel dengan berbagai merek untuk dikembalikan kepada perwakilan keluarga korban melalui Dogalas Nainggolan dan Mangaratua Sidabutar. 
 
"Satu unit sepeda motor honda warna hitam kombinasi merah muda dirampas untuk negara," ujar Fariz.
 
Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pembelaan pada 24 Juni 2019.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif