Pengamat Pertahanan Militer, Connie Rahakundini Bakrie saat memberikan paparan perjuangan Ratu Kalinyamat di Hotel Aston In, Semarang, Selasa 26 Maret 2019. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Pengamat Pertahanan Militer, Connie Rahakundini Bakrie saat memberikan paparan perjuangan Ratu Kalinyamat di Hotel Aston In, Semarang, Selasa 26 Maret 2019. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni (Budi Arista Romadhoni)

Jepara Harus Ajukan Ulang Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan

pahlawan
Budi Arista Romadhoni • 26 Maret 2019 15:39
Semarang: Gagasan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional masih terus dilakukan. Pada pengajuan pertama tahun 2007, Ratu Kalinyamat masih dinyatakan sebagai mitos karena kurang didukung bukti-bukti historis.
 
Pengamat Pertahanan Militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkap, Ratu Kalinyamat merupakan panglima perang asal Jepara yang berani melawan penjajah Indonesia dari Portugis.
 
"Menurut saya, pertama tentang serangannya ke portugis dengan membuat aliansi, dia memiliki kekuatan ekonomi, politik, militer yang kuat. Dia melampaui kekuatan di jamannya," terangya pada acara seminar Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional di Hotel Aston In Semarang, Selasa 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratu Kalinyamat disebutnya memiliki kejayaan pada abad ke-15. Jepara menjadi sumber kekuatan galangan, pertahanan dan perdagangan terbesar di Asia Tenggara.
 
"Waktu itu belum ada BUMN PT PAL, atau departemen pertahanan, (Jepara) sudah mampu membuat industri seperti itu. Dan kapalnya sudah seperti kapal perang induk Amerika yang bisa membawa 1.000 prajurit," tandasnya
 
Baca: Bupati Jepara Rekomendasikan Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan
 
Waktu itu Ratu Kalinyamat bisa membangun kekuatan besar karena aliansinya dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara.
 
"Saat ini tidak mungkin, menyiapakan peperangan dengan 40 kapal dalam dua minggu. Kalinyamat sangat konsentrasi ke perdagangan, ancaman portugis sangat terganggu, karena banyak hal yang dilakukan ratu kalinyamat," ujarnya.
 
Ia berharap Ratu Kalinyamat bisa segera mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dan nantinya bisa menjadi semangat  bangsa Indonesia.
 
Sementara itu, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Adji Hadi Prakoso berharap masyarakat Jepara atau keturunan Ratu Kalinyamat bisa mengusulkan kembali gelar pahlawan nasional. Harus ada bukti-bukti historis yang benar untuk menyokong pengajuan.
 
"Usulan kedua merupakan usulan terakhir, sehingga usulan ini harus digarap agar bisa dipertanggungjawabkan secara akademis, historis, maupun secara politis. Kalau semua terpenuhi semoga saja bisa lancar," jelasnya.
 
Pada usulan pertama, gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat diputuskan tidak memenuhi syarat karena tidak menemukan bukti fisik Ratu Kalinyamat. "Dalam studi akademisnya masih ke arah mitos belum historis. Harus didukung bukti lebih kongkrit lagi," bebernya.
 
Baca: Masyarakat Jepara Dukung Gelar Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif