Konferensi pers kasus mutilasi di Malang, Jawa Timur. Foto: Medcom.id
Konferensi pers kasus mutilasi di Malang, Jawa Timur. Foto: Medcom.id (Daviq Umar Al Faruq)

Fakta di Balik Kasus Mutilasi Malang

kasus mutilasi korban mutilasi
Daviq Umar Al Faruq • 20 Mei 2019 17:30
Malang: Polisi menetapkan Sugeng, 49, sebagai tersangka kasus mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan sejumlah fakta.
 
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, menerangkan hasil penyelidikan ditemukan bukti dan fakta yang mengarah kasus mutilasi diawali dengan pembunuhan. Temuan itu berbeda dengan pengakuan pelaku sebelumnya.
 
"Yang benar pembunuhan dulu baru dilakukan mutilasi. Ini berbeda dengan pengakuan pelaku yang pertama," kata Asfuri, Senin, 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asfuri menjelaskan, awalnya pelaku bertemu korban pada 7 Mei 2019. Saat itu, korban meminta sejumlah uang kepada pelaku. Namun, karena pelaku tidak memiliki uang, korban hanya diberi makan.
 
"Saat diberi makan ada hasrat berhubungan intim, korban dibawa pelaku ke tempat tinggalnya di Pasar Besar," jelasnya.
 
Sesampainya di pasar, pelaku mengajak korban berhubungan badan. Namun, korban menolak karena sedang sakit. "Pelaku tidak percaya dan langsung menyakiti korban hingga pingsan," ujarnya.
 
Melihat korban pingsan, pelaku kemudian menato telapak kaki korban bertuliskan 'Sugeng' di kaki kiri dan 'bertemu dengan keluarga gereja comboran bersama saudara' di kaki kanan.
 
Baca: Pemutilasi di Pasar Besar Malang Disebut Profesional
 
Setelah melakukan penatoan, pelaku meninggalkan korban. Lalu pukul 01.30 WIB, 8 Mei 2019, pelaku kembali mendatangi korban dan melihat korban sedang tidur. Saat itu, pelaku langsung membunuh korban menggunakan gunting dan memutilasi.
 
"Jasad korban dibawa ke kamar mandi. Di situ pelaku memutilasi korban. Tubuh korban ditaruh di toilet dan ditutup menggunakan karung" tuturnya.
 
Asfuri menjelaskan pihaknya menemukan bukti ceceran darah yang cukup banyak di bawah tangga di dekat toilet pasar. Hal itu menandakan, korban dibunuh saat masih hidup. 
 
"Pelaku disangkakan Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Dari hasil pemeriksaan psikologi, pelaku melakukan perbuatannya dalam keadaan sadar normal dan tidak dalam kondisi gangguan berpikir," pungkasnya.
 
Baca: Polisi Sebar Sketsa Korban Mutilasi Pasar Besar Malang
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif