"Walaupun berbeda ras suku dan agama, kita berharap Mojokerto tetap damai," kata Mas'ud dalam pelepasan kirab di Klenteng Hok Sian Kiong, Mojokerto, Kamis (19/2/2015).
Warga maupun keturunan Tionghoa, lanjutnya, tetap mendapat pelayanan serta hak sebagai warga Kota Mojokerto. Sehingga warga Tionghoa pun menjadi peserta lima program gratis yaitu pendidikan, pengobatan, angkutan malam hari, beras untuk warga miskin, dan pembuatan kartu keluarga serta kartu tanda penduduk.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Semua warga Tionghoa dapat hak yang sama," ujar Mas'ud dalam acara yang juga dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Mojokerto.
Setelah memberikan sambutan, Wali Kota pun melepas rombongan kirab budaya. Ratusan warga menyaksikan langsung atraksi budaya yang melintasi rute Jalan Letkol Sumarjo-Jalan Majapahit-Jalan Miji-Jalan Bhayangkara-Jalan PB Sudirman hingga berakhir di Klenteng Hok Sian Kiong lagi.
Salah satu yang menjadi pertunjukan di perayaan Imlek adalah barongsai. Dengan lincah, ggerakan barongsai memukau warga di pinggir jalan. Banyak warga mengabadikan kemeriahan itu dengan kamera handphone masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
